Kurikulum pendidikan agama Islam
Nama : Kris wanto
Nim. : 11901321
kls . : H
Kurikulum Pendidikan Agama Islam
Kurikulum Pendidikan Agama Islam
Pengertian kurikulum Pendidikan Agama Islam
Pada mulanya orang islam mengannggap kurikulum hanyalah sekumplan mata pelajaran yang diajarkan kepada sisiwa. Pengertian sempit ini tidak hanya dianut oleh orang islam, orang barat pun pernah menganut pandangan ini. Kemudian Orang barat memperluas pengetian kurikulum. Ketika konsep-konsep barat itu memasuki dunia islam pada akhir abaf ke-19, dan sudah banyak pula muslim yang mengambil spesialisasi dalam bidang pendidikan modern, maka mulailah muncul kecaman terhadap pengertian kurikulum dalam dalam arti sempit yang masih dianut ketika itu, misalnya oleh Universitas Al-Azhar, Universitas Azzaituna di Tunisia, dan Universitas Al-Qurawiyyin di Maroko.
Diantara kecaman yang yang dilontarkan adalah sebagai berikut:
- Dalam kurikulum arti sempit itu dimasukkan semua pengalaman belajar yang diperoleh sisiwa di sekolah.
- Perhatian hanya terpusat pada penguasaan teori dan menghafal, kurang memperhatikan pengembangan pengaplikasian teoriteori dan hafalan itu.
- Terlalu memusatkan perhatian pada mempelajari hal-hal yang telah lalu dan menyiapkan murid berdasarkan masa lalu tersebut.
- Kurang memeperhatikan kesesuaian materi kurikulum dengan kemampuan, bakat, minat, dan kebutuhan siswa.
- Kurang menggugah kreatifitas siswa.
- Pelajaran kadang-kadang berbeda dari kenyataan-kenyataan yang dialami sisiwa.
- Kurang memperhatikan perbedaan individu siswa, kurikulum cenderung menyamaratakan siswa yang sebenarnya tidak sama.
- Tidak menggunakan pendekatan multidisiplin dalam memecahkan permasalahan.
Kecaman-kecaman ini diperhatikan oleh para pendidik , lantas mereka mulai mengubah pandangan mereka tentang kurikulum; mereka mengubah pandangannya kepada pandangan modern. Setelah mereka berubah, mereka berpendapat bahwa kurikulum pendidikan harus mencakup semua pengalaman siswa di sekolah dan di bawah pengawasan sekolah. Menurut Al-Syaibann, kurikulum pendidikan Islam seharusnya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
- Kurikulum pendidikan Islam harus menonjolkan mata pelajaran agama dan akhlak. Agama dan akhlak itu harus diambil dri Al-Qur’an dan Hadist serta contoh-contoh dari tokoh terdahulu yang saleh.
- Kurikulum pendidikan islam harus memperhatikan pengembangan menyeluruh aspek pribadi siswa, yaitu aspek jasmani, akal dan ruhani. Untuk pengembangan menyeluruh ini kurikulum harus bersisi mata pelajaran yang banyak, sesuai dengan tujuan pembinaan setiap aspek itu. Oleh karena itu, di perguruan tinggi diajarkan mata pelajaran seperti ilmu-ilmu Al- Qur’an termasuk tafsir, dan qira’ah; ilmu-ilmu hadis termasuk musthalah al hadist; ilmu fiqh termasuk ushulfiqh; tauhid, filsafat, akhlak, nahwu, sharf, ‘arudl, linguistik termasuk fonologi, dialek, balaghah, bayan, dan kritik sastra; sejarah islam riwayat tokoh, ilmu alam, kimia, obat-obatan, pengobatan, pembedahan, menggambar, ketrampilan dan sebagainya. Sebagai akibatnya, bidang studi yang seharusnya masuk kurikulum pendidikan islam sangat banyak. Banyaknya bidang studi ini, ditambah dengan adanya kebebasan ilmiah, melahirkan banyak sarjana ensiklopedis yang terkenal karena luasmya pengetahuan mereka seperti Al kindi, Al-farabi, ibn Sina, ibn Rusd, Al-Ghazali, dan Ibn Khaldun.
- Kurikulum pendidikan islam memperhatikan keseimbangan antara pribadi dan masyarakat, dunia dan akhirat; jasmani, akal dan ruhani manusia. Keseimbangan itu tentulah bersifat relatif karena tidak dapat diukur secara objektif.
- Kurikulum pendidikan islami memperhatikan juga seni halus, yaitu ukir, pahat, tulis indah, gambar dan sejenisnya. Selain itu memperhatikan juga pendidikan jasmani, latijan militer, teknik, ketrampilan, dan bahasa asing sekalipun semuanya ini diberikan kepada perseorangan secara efektif berdasar bakat, minat dan kebutuhan.
- Kurikulum pendidikan islam mempertimbangkan perebdaan-perbedaan kebudayaan yang sering teradapat di tengah manusia karena perbedaan tempat dan juga perbedaan zaman.


Komentar
Posting Komentar